OVULASI, FERTILISASI, GESTASI
Memahami
Proses Ovulasi
Terdapat sekitar 15-20 sel telur matang di
dalam ovarium Anda. Telur yang paling matang kemudian akan dikeluarkan dan
masuk ke dalam tuba falopii. Tuba falopi itu kemudian akan membawa telur
ke rahim. Agar terjadi kehamilan, salah satu sel telur dan sperma harus bertemu
di dalam tuba falopi.
Sel telur Anda dapat bertahan setidaknya 24
jam setelah dikeluarkan, sedangkan sperma dapat bertahan di dalam vagina hingga
7 hari.
Kapan Ovulasi Terjadi?
Meski
beberapa wanita berpikir bahwa masa ovulasi mereka adalah pada hari ke 14,
sebenarnya masa ovulasi pada tiap wanita bisa berbeda-beda tergantung dari
siklus menstruasi. Siklus Menstruasi tiap wanita berbeda-beda dan secara normal berkisar antara 25-30
hari dengan rata-rata siklus 28 hari. Hari ke-14 mungkin bisa menjadi hari
ketika Anda mengalami ovulasi jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari.
Siklus
menstruasi yang dialami ini bisa saja berubah. Perubahan siklus menstruasi
terjadi karena berbagai macam hal mulai dari kenaikan atau penurunan berat
badan, stres, kualitas tidur yang buruk atau olahraga yang dijalani terlalu
berat.
Ovulasi terjadi sekitar 12 sampai 14 hari sebelum
periode menstruasi dimulai. Rata-rata masa subur wanita
mulai terjadi pada hari ke 10 sampai
ke 17 setelah hari pertama
menstruasi, jika siklus menstruasi Anda berlangsung selama 28 hari.
Gb. Ovulasi
Gb.Siklus Mentruasi
Apa itu
Kehamilan:
Kehamilan adalah istilah yang biasa digunakan untuk perkembangan janin
di dalam rahim perempuan dan merujuk pada masa tumbuh kembang janin dalam
kandungan pada manusia. Biasanya, calon ibu mengandung janin tunggal di dalam
rahimnya dan melahirkan satu keturunan, tetapi ada kemungkinan pula bahwa
seorang calon ibu mengandung dan melahirkan dua atau lebih keturunan. Kondisi
ini disebut sebagai kehamilan kembar.
Janin bertumbuh di dalam rahim ibu dan
dilahirkan sekitar 38 pekan setelah pembuahan. Perkiraan tanggal kelahiran
janin ditentukan dengan menghitung empat puluh pekan setelah periode menstruasi
yang terakhir (pada perempuan yang memiliki jarak siklus menstruasi sepanjang
empat pekan).
Setelah pembuahan, calon ibu mengandung
embrio yang merupakan bentuk awal dari keturunan yang sedang berkembang selama
sekitar delapan pekan. Setelah masa tersebut, embrio kemudian disebut “janin”
hingga waktu kelahiran.
Gb.Fertilisasi
Untuk memastikan kehamilan, seorang
perempuan sangat dianjurkan untuk menemui ahli kandungan atau spesialis dalam
bidang obstetrik dan ginekologi. Ahli kandungan dapat mendiagnosis
kehamilan dengan tepat melalui tes darah, urin, serta melalui tanda-tanda
biologis lainnya.
Ahli kandungan, khususnya ahli yang memiliki spesialisasi dalam bidang
kesehatan ibu dan anak atau perinatologi, juga memiliki keahlian untuk
melakukan diagnosis dan memberikan saran dan pengobatan yang berhubungan dengan
kesehatan ibu dan janinnya selama masa kehamilan.
Biasanya seorang ahli kandungan akan memberi resep berupa vitamin dan
menganjurkan beberapa perubahan pola hidup demi menjaga kesehatan ibu dan
janin.
Gb. Perkembangan Janin
AMNION
1. Pengertian Amnion
Amnion
merupakan elemen dari kehamilan yang sangat penrtng untuk diketahui. Amnion
adalah membran halus, kuat dan tembus cahaya, berasal dari masa sel dalam.
Amnion adalah membran janin paling dalam dan berdampingan dengan cairan amnion
(Air Ketuban). Air ketuban ini dapat dijadikan acuan dalam menentukan diagnosis
kehamilan dan kesejahteraan janin.
Amnion merupakan membran
pelindung yang tebal. Saat embrio tumbuh, amnion menyelubungi embrio dan
membentuk ruang yang berisi cairan amnion.
2. Struktur Amnion
Struktur Amnion dalam keadaan
normal :
1.
Volume pada kehamilan cukup bulan kira-kira 1.000-1.500 cc.
2.
Berwarna putih keruh, berbau amis, dan terasa manis.
3.
Reaksinya agak alkalis sampai netral dengan berat jenis 1,008.
4.
Komposisinya terdiri atas 98% air, sisanya albumin, urea, asam
urat, kreatinin sel-sel epitel, rambut lagunsa, ferniks caseosa, dan garam
anorganik. Kadar protein 2,6% gram/liter.
Selaput janin
(amnion dan korion)
Pada
minggu-minggu pertama perkembangan, villi/jonjot meliputi seluruh lingkaran
permukaan korion. Dengan berlanjutan kehamilan, maka akan terjadi hal-hal
berikut ini.
1.
Villi/Jonjot pada kutub embrional membentuk struktur korion
lebat seperti semak-semak ( chorion frondosum sementara).
2.
Denyut pada kutub Abembrional mengalami degenerasi, menjadi
tipis dan halus disebut korion leave (chorion leave).
Seluruh jaringan endometrium
yang telah mengalami desidua juga mencerminkan perbedaan pada kutub embrional
dan abembrional adalah sebagai berikut:
1.
Desidua diatas koroin krondosum menjadi desidua basalis
2.
Desidua yang meliputi embrioblas atau kantong janin diatas
kirion leave menjadi desidua kapsularis.
3.
Desidua disisi/ bagain uterus yang ambembrional desidua
parietalis
Antara membran korion dan amnion
terdapat rongga korion. Dengan berlanjutnya kehamilan rongga ini tertutup
akibat persatuan membran amnion dan korion. Selaput janin selanjutnya disebut
membran korion-amnion(amniochorionic membrane). Kavum uteri juga terisi
oleh konsepsi sehingga tertutp oleh persatuan korion leave dan disidua
parietalis.
3. Jaringan Amnion
Rongga yang diliputi selaput
janin disebut rongga amnion. Didalam ruangan ini terdapat cairan amnion(likuor
amnii).
Asal cairan amnion diperkirakan
terutama disekresi oleh dinding selaput amnion/ plasenta, kemudian setelah
sistem urinarius janin terbentuk urin janin yang diproduksi juga dikeluarkan
kedalam rongga amnion. Fungsi Jaringan Amnion adalah sebagai berikut:
1.
Proteks : Melindungi janin terhadaqp trauma dari luar
2.
Mobilisasi : memungkinkan ruang gerak bagi janin
3.
Hemeostasis : menjaga keseimbangan suhu dan lingkungan asam basa
dan (ph) dalam rongga amnion utnuk memberikan suasana lingkungan yang optimal
bagi janin.
4.
Mekanik : menjaga keseimbangan tekanan dalam suluruh ruangan
intrauterina( terutama dalam persalinan).
5.
Pada persalinan : membersihkan/ melicinkan jalan lahir, dengan
cairan yang steril sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi jalan
lahir.
4. Fungsi Amnion
1.
Saat kehamilan berlangsung
2.
Nutrisi (makanan dan minuman bagi janin)
3.
Memberikan kesempatan berkembangnya janin dengan bebas ke segala
arah tanpa saling menekan satu sama lain, tanpa tertekan oleh fetus atau
dinding uterus.
4.
Mempertahankan suhu yang tetap bagi janin.
5.
Melindungi fetus dari trauma
6.
Menjaga agar tali pusat tidak tekanan
7.
Menyeimbangkan tekanan intrauteri dan bekerja sebagai peredam
goncangan
8.
Mencegah agar tidak timbul perlekatan antara amnion dan janin.
9.
Saat inpartu/Persalianan
10.
Menyebarkan kekuatan kontraksi (menetralkan tekanan di dalam
uterus atau rahim) sehingga serviks dapat membuka
11.
Membersihkan jalan lahir dan melindungi janin dari bahaya
infeksi
12.
Sebagai pelicin saat persalinan
5. Kelainan Jumlah Cairan Amnion
1.
Oligohidramnion adalah kekurangan air ketuban (<500 cc).
Jumlah cairan amnion abnormal yang jumlahnya sedikit, biasanya dikaitan dengan
peningkatan mortalitas perinatal. Wanita dengan kondisi berikut memiliki
insedens oligohidramnion yang tingg:
2.
Anomali cogenital (nisal agenesis ginjal, sindrom potter)
3.
Retardasi pertumbuhan intrauterine
4.
Ketuban pecah dini (24 sampai 26 minggu)
5.
Sindrom pascamaturitas
Oligohidramnion yang berlangsung
lama dapat menyebabkan komplikasi hipoplasia paru atau deformitas ekstremitas
pada janin.
2.
Polihidramnion adalah jumlah cairan amnion yang berlebihan (>
2000 cc). Wanita dengan kondisi berikut memliki insidens polihidramnion yang
tinggi:
3.
kehamilan multiple (terutama kembar monozigot),
4.
diabetes gestasional yang tidak terkontrol,
5.
eritroblastosis,
6.
malformasi janin, terutama pada traktus gastro intestinal
misalnya fistula TE, atau CNS misal anensefali, meningomielokel
7.
abnormal kromosom
6. Cara Mengenali Amnion :
·
Dengan kertas lakmus
·
Mekroskopis, berbau amis, adanya lanugo dan ferniks caseosa,
serta bercampur mekonium
·
Mikroskopis, terdapat lanugo dan rambut
·
Laboratorium, kadar ureum rendah dibandingkan dengan air kemih
(urin)
7. Ciri-Ciri Kimiawi Amnion
Volume air ketuban pada kehamilan cukup bulan kira kira
1000-1500 cc, air ketuban berwarna putih keruh, berbau amis, dan berasa manis.
Reaksinya agak alkalis atau netral, dengan berat jenis 1,008. Komposisinya
terdiri atas 98% air, sisanya albumin, urea, asam urik, kreatinin, sel sel
epitel, rambut lanugo,verniks kaseosa, dan garam anorganik. Kadar protein kira
kira 2,6% per liter, terutama albumin.
Di dalam amnion terdapat lesitin
dan sfingomielin yang berfungsi untuk mengetahui apakah paru paru janin sudah
matang, sebab peningkatan kadar lesitin merupakan tanda bahwa permukaan paru
paru (alveolus) diliputi oleh zat surfaktan. Ini merupakan syarat bagi paru
paru untuk berkembang dan bernafas. Bila persalinan berjalan lama atau ada
gawat janin atau janin letak sungsang, maka warna ketuban keruh kehijauan,
karena telah bercampur dengan mekoneum.
Air ketuban berasal dari kencing
janin (fetal urine), transudasi dari darah ibu, sekresi dari epitel amnion, dan
juga asal campuran (mixed origin).
8. Asal Air Ketuban
Permulaan cairan amnion adalah berasal dari untrafiltrasi plasma
maternal setelah minggu kedua, cairan amnion berasal dari cairan ekstraseluler
kulit janin. Atau lebih simplenya cairan amnion tersebut diproduksi oleh
sel-sel trofoblas, sel-sel darah sang ibu yang kemudian akan bertambah dengan
adanya produksi cairan janin, air seni dari janin itu sendiri.
Pada usia kehamilan minggu
ke-12, ginjal janin mulai memproduksi urin jadi janin mulai minum cairan
ketuban dan megeluarkannya kembali dalam bentuk air seni. Setelah minggu ke-20,
kulit janin tertutup oleh lapisan tanduksehingga cairan amnion terutama berasal
dari urin janin.
Apa perbedaan antara amnion
dan Korion?
1.
amnion adalah membran dalam
yang mengelilingi rongga ketuban sementara korion adalah membran luar yang
mengelilingi amnion, disebut yolk sac dan alantois.
2.
Amnion diisi dengan cairan
ketuban, yang membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan embrio, sementara
korion bertindak sebagai pelindung.
3.
amnion terdiri mesoderm dan
ektoderm sementara korion terbuat dari trofoblas dan mesoderm.
4.
Korion memiliki struktur seperti
jari yang disebut Vili korionik.
ASI ( Air
Susu Ibu)
Air susu ibu (disingkat ASI) adalah susu yang diproduksi
oleh manusia untuk
konsumsi bayi dan
merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.
Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin setelah
kelahiran bayi. Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh
bayi melawan penyakit.
Apa itu program keluarga berencana?
Keluarga
Berencana atau yang lebih akrab disebut KB adalah program skala nasional untuk
menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan penduduk di suatu negara.
Sebagai contoh, Amerika Serikat punya program KB yang disebut dengan Planned
Parenthood.
Program KB
juga secara khusus dirancang demi menciptakan kemajuan, kestabilan, dan
kesejahteraan ekonomi, sosial, serta spiritual setiap penduduknya. Program
KB di Indonesia diatur dalam UU N0 10 tahun 1992, yang dijalankan dan
diawasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),
Wujud dari program
Keluarga Berencana adalah pemakaian alat kontrasepsi untuk menunda/mencegah kehamilan
kehamilan. Berikut alat kontrasepsi yang paling sering digunakan:
·
Kondom
·
Suntik
·
KB implan/susuk
Deretan Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita
Sistem reproduksi wanita terdiri
dari organ luar dan dalam. Organ reproduksi wanita bagian dalam meliputi
vagina, rahim, saluran telur (tuba falopi), dan indung telur (ovarium).
Sementara organ reproduksi wanita bagian luar terdiri dari vulva, kelenjar
Bartholin, dan klitoris.
Beberapa
penyakit pada sistem reproduksi wanita yang sering terjadi adalah:
1.
Endometriosis
Salah satu
penyakit pada sistem reproduksi wanita yang sering kita dengar adalah endometriosis. Penyakit ini terjadi ketika
jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di tempat lain di
dalam tubuh.
Jaringan
tersebut dapat tumbuh di ovarium, bagian belakang rahim, usus, atau bahkan di
kandung kemih. Jaringan yang salah tempat ini akan menyebabkan nyeri haid yang
hebat, perdarahan menstruasi yang deras, nyeri saat berhubungan seksual, serta
sulit hamil.
2.
Radang panggul
Penyakit
kedua yang kerap terjadi pada sistem reproduksi wanita adalah radang panggul. Penyakit ini disebabkan oleh
bakteri penyebab infeksi yang merambat masuk ke dalam panggul melalui vagina atau
leher rahim.
Salah satu
penyebab radang panggul yang paling umum adalah penyakit menular seksual,
seperti klamidia dan gonore. Jika tidak
diobati dengan baik, penyakit ini bisa menyebabkan nyeri panggul jangka
panjang, tersumbatnya saluran telur, infertilitas, dan kehamilan ektopik.
3.
PCOS
PCOS atau
sindrom ovarium polikistik adalah kondisi yang memengaruhi kadar hormon wanita. Wanita
yang menderita penyakit ini akan menghasilkan hormon seks androgen dalam jumlah
yang lebih banyak.
Akibatnya,
penderita akan mengalami menstruasi yang tidak teratur, atau bahkan tidak
menstruasi sama sekali, serta sulit hamil.
4.
Miom
Miom atau
fibroid rahim adalah tumor jinak yang tumbuh di rahim. Tumor pada miom
terbentuk dari jaringan otot rahim. Penyakit pada sistem reproduksi wanita ini
sering menyerang wanita di usia produktif.
Gejalanya
dapat berupa perdarahan dari vagina di luar masa haid, nyeri panggul, kram atau
nyeri pada perut, nyeri punggung, sering merasa ingin pipis, serta nyeri saat
berhubungan seksual.
5.
Kanker pada organ reproduksi wanita
Kanker pada
organ reproduksi wanita dikenal dengan istilah kanker ginekologi. Beberapa
jenis kanker ginekologi adalah kanker rahim, kanker mulut rahim, kanker ovarium, dan kanker vagina.
Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria
Pria juga
memiliki sistem reproduksi yang berada di luar dan di dalam tubuh. Organ
reproduksi pria yang terletak di luar tubuh meliputi penis, skrotum (kantong
zakar), dan testis.
Sedangkan
organ reproduksi pria yang berada di dalam tubuh adalah epididimis,
saluran vas deferens,
saluran kemih, vesikula seminalis (kantung air mani), kelenjar prostat, dan
kelenjar bulbourethral.
Berikut ini
adalah beberapa penyakit yang bisa mengintai sistem reproduksi pria:
1.
Epididimitis
Penyakit ini
terjadi akibat adanya peradangan pada epididimis, yakni saluran di dalam
skrotum yang menempel pada testis. Saluran ini berperan untuk mengangkut serta
menyimpan sperma yang diproduksi oleh testis.
Epididimitis dapat menyebabkan buah zakar
bengkak dan nyeri, air mani mengandung darah, nyeri saat buang air kecil dan
ejakulasi, serta gangguan kesuburan.
2. Orchitis
Penyakit ini
merupakan salah satu penyakit pada sistem reproduksi pria yang cukup sering
terjadi. Orchitis adalah peradangan
pada testis, yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Orchitis
bisa menyerang salah satu testis maupun keduanya sekaligus.
Sama seperti
epididimitis, orchitis juga
bisa menyebabkan buah zakar bengkak dan nyeri. Bila tidak ditangani, penyakit
ini bisa menyebabkan kemandulan dan penurunan produksi hormon testosteron.
3.
Gangguan prostat
Prostat
adalah kelenjar pada sistem reproduksi pria yang membungkus saluran kemih atau
uretra. Kelenjar ini memproduksi cairan mani yang berfungsi untuk menyuburkan
dan melindungi sperma.
4.
Hipogonadisme
Hipogonadisme pada pria terjadi ketika
tubuh tidak menghasilkan hormon testosteron yang cukup. Pada pria dewasa,
kondisi ini dapat menyebabkan penurunan libido, gangguan produksi sperma dan
fungsi organ-organ reproduksi, serta infertilitas.
5.
Masalah pada penis
Masalah pada
penis tak jarang dikeluhkan oleh para pria. Beberapa penyakit yang bisa
menyerang organ reproduksi pria ini adalah disfungsi ereksi, kelainan bentuk
penis, misalnya hipospadia atau
penis bengkok (penyakit Peyronie), dan kanker penis.
Selain
beragam penyakit pada sistem reproduksi yang telah disebutkan di atas, pria dan
wanita juga bisa terkena penyakit menular seksual, seperti herpes genital, HIV/AIDS, sifilis, dan gonorea. Penyakit ini ditularkan
dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual.
Penyakit pada
sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita, bisa menyebabkan kemandulan